Antara Pelantikan dan Tanggung Jawab

    Salam Sejahtera untuk kita semua, sahabat sekalian yang berada di seluruh Indonesia dari ujung barat sampai ujung timur, akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang kata pelantikan, baik itu berupa pelantikan presiden, wakil presiden, menteri, pejabat, ASN, dan Lain sebagainya, tentu kebanyakan dari kita Bangga atau bahagia, namun bagi sebagian kecil dari kalangan justru sebaliknya. 
    
    Baiklah. terlepas dari itu semua, saya mencoba memberi penjelasan barangkali menjadi masukan untuk kita semua khususnya untuk saya sendiri sebagai penulis. perlu kita ketahui bahwa di dalam acara pelantikan, ada yang namanya pengambilan SUMPAH. nah disinilah banyak terjadi diantara kita terlalu menyepelekan pengucapan sumpah sehingga dengan bangganya dan dengan lantang mulut kita mengucapkan sumpah tersebut akan tetapi Hati kita tidak sejalan dengan apa yang diucapkan oleh mulut kita. padahal sumpah itu sangat sakral, dan disanalah awal bakti kita untuk instansi yang akan kita duduki. 

    Akhir -akhir ini terjadi di negara kita tentang pelantikan PPPK paruh waktu, sebagaimana kita tahu bahwa gaji PPPK paruh waktu tetap sama dengan Honorer, bedanya hanya NIP... nah disini sebenarnya kita diuji Oleh Allah SWT....... Kemungkinan besar saat Pengucapan Sumpah Nanti Mulut Kita Mengucapakan Sumpah akan tetapi Hati kita Mengeluh Karena Gaji Kita Tetap Sama saat menjadi honorer... Oleh karena itu mari kita hati-hati nanti ketika proses pelantikan, jangan sampai hati dan mulut kita tidak sejalan ketika proses pengambilan sumpah berlangsung.
    
    Sekedar pandangan, di Negeri ini banyak para pejabat kita yang korupsi dan sebagainya. mengapa bisa demikian????????.... Salah Satu Penyebabnya adalah Mereka tidak serius pada saat dilantik dan disumpah, memang Mulut Mereka Bersumpah atas Nama Allah SWT, akan tetapi terbesit di Hati dan Pikiran mereka untuk berniat yang tidak Baik... Maka dari itu, Usahakan Kita mengucapkannya Dengan Ikhlas, mantapkan di hati kita bahwa tidak ada niat lain kecuali ingin mendapat ridho Allah SWT.... Selamat atau tidaknya kita dalam mengabdi pada suatu instansi itu tergantung pada Niat Dan sumpah Kita saat dilantik.. 

    Ada sebuah kisah dari Umar Bin Abdul Aziz. Saat beliau diangkat dan dilantik menjadi Kholifah, Beliau Menangis. lalu ditanya oleh orang terdekat beliau.. "Wahai Umar, Mengapa Engkau Menangis?????? Bukankah engkau diangkat menjadi Kholifah, Harusnya Bahagia.. tapi mengapa engkau bersedih dan bahkan sampai Menangis????"...
    Sambil menangis Umar bin Abdul Aziz menjawab "bagaimana mungkin saya bangga menjadi Kholifah, menjadi kholifah adalah tanggung jawab besar, bagaimana kalau saya menjadi pemimpin yang tidak adil??????? bagaimana nanti kalau ada masyarakat miskin belum bisa saya atasi???? apa yang harus saya jawab nanti dihadapan Allah jika selama menjadi pemimpin ada masyarakat miskin yang belum saya tolong???????... 

"semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk AL-faqir sendiri..


Wallahul Muwaffiq ila Aqwamitoriq
Wassalamualaikum Wr Wb


Tidak ada komentar:

Sholawat Talbiyah